Aneh rasanya melihat di seputar kita jalanan yang sepi dan sunyi.

Tempat-tempat wisata yang biasanya padat dan sulit untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, karena begitu banyaknya kerumunan orang, sekarang mudah untuk di abadikan tanpa harus di edit lagi.

Sebuah toko souvenir yang biasanya harus antri untuk membayar, sekarang sepi tanpa pengunjung. Bahkan beberapa toko-toko souvenir memutuskan menutup tokonya untuk sementara.

Kuliner-kuliner khas sebuah tempat yang biasanya dikerumuni antrian panjang sebelum bisa menikmatinya, kini tidak lagi di penuhi manusia karena diwajibkan pemerintah untuk tutup sementara.

“Social distancing” yang diterapkan oleh pemerintah Belanda, dan yang pastinya juga diterapkan di negara-negara lainnya, sangat dipatuhi oleh masyarakat Belanda. Saat ini semua orang menjaga jarak antara satu dan lainnya. 1,5 meter tepatnya. Masyarakat juga diwajibkan untuk menghindari keramaian yang melibatkan lebih dari 3 orang. Konsekuensinya bila kita melanggar hal-hal ini yaitu sebuah denda yang boleh di bilang tidak main-main. Untuk seorang individu bisa dikenakan denda sebesar €390,- per orang dan untuk sebuah perusahaan, bahkan denda tersebut bisa mencapai sebesar €4.350,- per perusahaan. Pastinya angka-angka ini adalah angka-angka yang sangat fantastis ditengah keterbatasan penghasilan oleh karena pandemi wabah virus COVID-19 ini.

Perusahaan-perusahaan, seperti kami, yang bergerak di bidang Pariwisata dan di bidang transportasi darat mengalami pengurangan omset yang sangat drastis. Tidak ada lagi turis yang datang karena peraturan-peraturan yang menghimbau masyarakat untuk “stay at home” atau “di rumah saja” terbukti keampuhannya setelah diterapkan.

Tetapi di Belanda ini, sektor kami bukanlah yang sektor yang paling parah dilanda krisis COVID-19 ini. Cafe-cafe dan restoran-restoran, merekalah korban terbesar pada saat ini, pemerintah Belanda diwajibkan mereka untuk menutup pintu mereka sejak 16 Maret 2020 yang lalu.

Bantuan-bantuan yang disediakan pemerintah ini pun, sayangnya belum tentu bisa menggaransi agar cafe-cafe dan resoran ini tidak gulung tikar. Saat ini Pemerintah Belanda memberikan 2 jenis bantuan bagi pengusaha-pengusaha dan perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami kesusahan untuk bisa bertahan hidup dan melanjutkan aktivitas mereka ditengah krisis COVID-19 ini. Dua jenis bantuan tersebut adalah:

  1. TOZO: Tijdelijke overbruggingsregeling zelfstandig ondernemers (bantuan sementara khusus pengusaha independen) dikhususkan untuk pengusaha-pengusaha kecil-menengah. Bantuan finansial sebesar €1.500,- per bulan untuk 3 bulan (Maret, April dan Mei 2020)
  2. TOGS: Tegemoetkoming schade COVID-19 (kompensasi atas kerugian COVID-19) dikhususkan untuk perusahaan-perusahaan yang mengalami kerugian omset diatas 75%. Bantuan finansial tunggal sebesar €4.000,- untuk semua perusahaan di Belanda yang mengalami kerugian omset lebih dari 75%.

Kembali ke jaga jarak 1,5 meter yang di sebut tadi. Jarak ini pastinya tidak mungkin bisa dicapai bila sedang berada di sebuah kendaraan bermotor. Maka dari itu Polisi Belanda menyarankan dan melalukan berbagai “random check” di jalanan, bila anda terpaksa harus keluar untuk bekerja atau melakukan pembelian kebutuhan sehari-hari, agar jumlah di satu kendaraan:

  • maximal 2 orang di 1 kendaraan bila anda dan penumpang tidak terdaftar di 1 alamat di kantor Walikota
  • maximal 3 orang di 1 kendaraan bila terdaftar di 1 alamat di kantor Walikota. Ini menjadi sebuah kendala yang dialami sebuah keluarga yang memikiki lebih dari 1 anak.

Walau sektor kami belum diwajibkan pemerintah untuk menutup pintu kami untuk pelanggan, tetapi peraturan-peraturan inilah yang menjadi pukulan maut untuk kami. Tidak lagi mudah untuk kami menawarkan jasa transportasi, karena tidak lagi diizinkan untuk membawa lebih dari 1 penumpang. Kendaraan-kendaraan yang dulu bisa disulap menjadi “kendaraan jasa transportasi online” bila sedang sepi akan turis, kini pun terbatas kegunaannya. Hasilnya kendaraan-kendaraan tersebut pun juga harus “stay at home” dan tidak bisa menghasilkan apa-apa.

Tapi kami yakin bahwa pemerintah Belanda pastinya juga sedang bingung mengatasi wabah pandemi virus COVID-19 ini dan semua peraturan-peraturan ini diterapkan demi mencegah penyebaran yang lebih parah yang akan menyita lebih banyak waktu untuk kembali pulih, karena ini bisa menghancurkan ekonomi sebuah negara.

Sepertinya dunia memang harus beristirahat sejenak dan informasi-informasi diatas ini bisa membantu dan menambah pengetahuan anda terkait situasi di Eropa (tepatnya Belanda) pada saat ini. Untuk sementara ini tetaplah berdoa agar kondisi kembali memabik seperti normal. Stay at home, di rumah saja dan stay safe.

Salam semangat,

Claritas Services