Sektor Pariwisata sementara ini sedang mati

April 13th 2020 

Sektor pariwisata sementara ini sedang mati. Kami, Claritas Services, sebagai perusahaan travel di Belanda sangat merasakan dampak dari wabah pandemi Covid-19.

Seharusnya di musim semi menjadi “puncak” keramaian kami, berhubung dengan buka nya taman bunga terbesar di Belanda yang bernama Keukenhof. Sangat dikenal dengan taman berbagai macam bunga khususnya bunga Tulip.

Sejak Januari 2020 kami telah memikirkan dan memasarkan rancangan paket jalan-jalan kami dengan harapan menghimbau turis-turis dari Indonesia untuk datang ke Belanda dan menggunakan jasa kami.

Salah satu rancangan route yang telah kami persiapkan adalah “Keukenhof Route”. Route ini mengkombinasikan kunjungan ke Keukenhof dan beberapa tempat-tempat wisata di Belanda yang Wajib di kunjungi seperti: Zaanse Schans tempat wisata kincir angin yang di lindungi oleh Unesco dan Volendam, sebuah desa nelayan di Belanda yg terkenal akan foto di studio menggunakan baju ada desa Volendam.

Disela-sela perjalan kami juga akan membawa para turis ke ladang-ladang bunga di pinggir jalan, dimana mereka bisa berfoto langsung dan menikmati keindahan “karpet bunga”.

Sayangnya, semua ini hanya menjadi sebuah rencana di tahun 2020. Semenjak pemerintah Belanda mengumumkan “inteligent lockdown” sejak 15 Maret 2020 yang lalu, dimana semua penduduk diwajibkan untuk di rumah saja dan melarang berbagai aktifitas-aktifitas yang  melibatkan lebih dari 100 orang. 

Sekarang kami hanya bisa berdoa dan berharap bahwa pandemi wabah Covid-19 ini cepat berlalu dan secepatnya akan di temukan vaksin yang bisa menahan penyebarluasan virus ini. 

Kami sebagai perusahaan travel di Belanda yang sedang dilanda kesedihan mengingat kami sedang mengalami penguranan omset 100% akan tetap optimis dan mencoba untuk bertahan karena kami yakin “badai pasti berlalu”. 

Doa yang tersalam kita panjatkan demi memulihnya perekonmian bagi kami semua agar kami bisa kembali menjalankan kegemaran kami, yaitu memberikan service terbaik di bidang pariwisata bagi seluruh turis-turis Indonesia yang akan datang ke Eropa. Karena sementara ini sektor pariwisata sedang mati.

Salam semangat,

Claritas Services

KEUKENHOF 2020 DIPASTIKAN TIDAK BUKA

April 6th 2020

Keukenhof (taman bunga tulip terbesar di Belanda) dipastikan tidak akan buka tahun 2020 dikarenakan oleh wabah virus Corona (COVID-19).

Tahun ini Keukenhof seharusnya sudah bukan pada tanggal 21 Maret 2020 yang lalu. Karena ada nya “inteligent lockdown” dari pemerintah Belanda (yang berkalu sejak 16 Maret kemarin hingga 6 April 2020) pembukaan Keukenhof sempat di tunda.

Update terkahir dari Pemerintahan Belanda adalaha bahwa mereka memperpanjang “inteligent lockdown” hingga 28 april 2020. Bahkan semua aktivitas yang melibatkan lebih dari 100 orang dilarang hingga 1 Juni 2020. Maka dari itu Keukenhof menyatakan bahwa mereka tidak akan buka tahun ini.

Mari kita berdoa semua agar situasi cepat membaik dan semoga Keukenhof akan buka lagi di musim semi tahun depan 2021.

Salam semangat,

Claritas Services

Pengaruh COVID-19

April 1st 2020

Corona (COVID-19) Mengunci Bumi

Bumi seakan terkunci. Yang biasanya jumawa kini memelas tak berdaya. Corona menjungkirbalikkan semua asumsi dan teori. Ia memaksakan ketidakberdayaan.

Dihadang di timur, ia bergeser ke tengah. Belum sempat ditahan di barat, ia sudah menyeberang samudera. Mungkin nanti akan kembali ke timur. Menyapu yang rentan, sambil mengelilingi bumi.

Ia menyapa semua lapis sosial: yang makmur dan yang kere. Yang higenis dan yang jorok. Tak ada kasta sosial baginya. Yang angkuh dengan imannya akhirnya ambruk juga.

Dan sepertinya ia mendengar. Ketika dibilang hanya bisa aktif di suhu dingin, ia langsung merajalela di suhu panas dan berlembab. Ketika diasumsikan hanya merobohkan yang Lansia, kini ia mulai merontokkan yang muda.

Baginya, delapan arah mata angin seakan tak bermakna. Tak ada timur, barat, tengah, utara dan Selatan. Tapi pada saatnya ia akan berhenti, saya berdoa, secepatnya.

Bahkan “April Mop” pun tak digubris. Selera humor menjadi tumpul, setelah semua orang sibuk dan/atau disibukkan oleh Corona.

SA | Den Haag, 23 Maret 2020